Friday, November 9, 2007

Pelaku Bom Bali: Jihad yang Salah Kaprah (??)

Beberapa hari lalu, berita tentang pelaku bom Bali I yang akan dieksekusi rame disiarkan di stasiun televisi. Malah, ada pula yang menayangkan momen ketika mereka bertemu dengan keluarga masing-masing.. Yah, semacam perpisahanlah.. Mayoritas yang datang, lelakinya bersorban panjang dan wanitanya berjilbab panjang plus cadar yang hampir menutupi seluruh wajah mereka.

Ga ada kesan sedih di wajah mereka, apalagi air mata. Semuanya biasa aja.. Tapi, suasana yang semula tenang berubah jadi emosial sewaktu para terpidana diwawancarai wartawan dari berbagai media. Salah satunya, dengan semangat, ngungkapin betapa ga terimanya dia dengan perlakuan orang asing. Menurut dia, di Bali, pribumi disaderajatkan dengan anjing... Dog.. DOG.. dog!!!!!!!!!!!!!!!! So, mending dibom aje deh tu GOA-nya bule-bule yang lagi asyik joget-joget.

UKHHHH!!!
Brutality...
*Bo, mereka ga nunjukin rasa bersalah sama sekali loh. Malah terkesan bangga sama tindakan anarkis mereka itu. Amrozy malah cengar-cengir sana-sini, ngeh kalo di-shoot lensa kamera!!



Emang sih, disamain dengan anjing tu menyakitkan. Tapi, apa iya, motif itu bisa menjadi alasan buat mereka untuk menghilangkan nyawa orang lain. Apalagi, dengan dalih JIHAD atas nama Islam. Mereka mikir, tindakan bom bunuh diri—yang pastinya juga membunuh orang-orang ga bersalah—itu adalah hal yang mulia, bisa masuk surga. Kok iso..? Padahal, jelas-jelas, agama mana pun, termasuk Islam, ga ada yang membenarkan pembunuhan atau tindak kekerasan. Apalagi, sampe menurunkan pelakunya ke surga (*kalo ke neraka, iya kali ya).

Jangan sampe tindakan segelintir ataw dua gelintir orang justru menghancurkan nama dan kredibilitas Islam. Coz, sekarang ini, sejumlah negara di dunia anggap kalau Islam itu identik dengan terorisme, ajaran agama yang mengesyahkan penganutnya melakukan kekerasan bahkan pembunuhan (hanya) karena ga suka sama omongan dan tindakan orang lain, especially mereka-mereka yang berambut blonde itu.

Apa sih makna jihad yang sesungguhnya?
Akankah kita sendiri (baca: umat Islam) yang akan membinasakan Islam?
Tolonglah, jangan simpangkan makna kata "jihad" itu..

3 comments:

mata said...

membunuh itu tetep dosa.
masuk neraka.

tai banget deh mereka.

Didiet said...

gitu dibilang jihad..mereka memang keterlaluan....jihad pa kao membunuh itu tetap dosa

Yukisaid...

“Supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” (Al-Anfal: 39)

“Dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kamu semuanya.” (At-Taubah: 36)

“Maka bunuhlah orang-orang musyrikin di mana saja kamu jumpai mereka, tangkaplah mereka, kepunglah mereka, dan intailah di tempat pengintaian.” (At-Taubah: 5)

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (At-Taubah: 29)

Inilah alasan-alasan perang a.k.a Jihad dalam Islam..

Ada yang berkata bahwa jihad dalam Islam adalah untuk membela diri saja. Biarlah sistem jahiliyah tenang-tenang melaksanakan perannya, karena kita tidak akan memeranginya selama dia tidak melanggar hak dan memerangi kita.

Hendaklah kita hidup berdampingan secara damai (peaceful coexistention). Kita tetap menjalankan peran kita sendiri dan mereka tetap menjalankan peran mereka.

Karena kebodohan dan kedunguannya, ia menyamakan antara Islam dengan sistem jahiliyah, dengan memberikan hak kepada masing-masing untuk mengatur sebidang bumi Allah dan sekelompok makhluk Allah serta untuk menjalankan hak memimpin, membuat aturan, dan melarang.

Masing-masing dalam hal itu punya hak sama!! Maka, kalau salah satunya melanggar hak yang lain, barulah yang lain itu menolak dan menghalanginya!!

Hak apa ya kira2 yg diperjuangin sampe boleh ngambil nyawa orang?
Bukannya Jihad salah kaprah bs diredam pake ini....:

“Barangsiapa suka hendaklah beriman dan barangsiapa suka hendaklah tetap kafir.” (Al-Kahfi: 29)

Nah Lho..?

Post a Comment

 
© free template by Blogspot tutorial